Penyebab dan  Penanganan Abses Gigi

Penyebab dan  Penanganan Abses Gigi

Abses gigi adalah terbentuknya kantung atau benjolan berisi nanah pada gigi yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Abses gigi biasanya muncul pada ujung akar gigi (abses periapikal). Infeksi bakteri penyebab abses gigi umumnya terjadi pada orang dengan kebersihan dan kesehatan gigi yang buruk. Nanah yang berkumpul pada benjolan, lambat laun akan terasa bertambah nyeri. Penyakit ini dapat dicegah dengan cara menyikat gigi secara rutin atau membersihkan gigi menggunakan benang gigi. Sebaiknya seseorang rutin memeriksakan giginya ke dokter gigi untuk menghindari terjadinya kerusakan dan abses gigi.

Abses gigi adalah istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan suatu infeksi pada akar gigi atau antara gigi dan gusi.  Abses gigi biasanya disebabkan oleh bakteri yang masuk ke gigi melalui rongga gigi, patah atau retak dan menyebar ke sepanjang jalan ke ujung akar. Yang menyebabkan nyeri, peradangan dan kantong nanah. Dalam kebanyakan kasus, abses gigi disebabkan oleh kerusakan gigi yang parah atau penyakit gusi (gingivitis/peradangan pada gusi). Selain itu, buruknya kesehatan gigi dan diet tinggi gula, karbohidrat dan makanan lengket meningkatkan risiko terjadinya masalah ini.

1494627841043_crop_946x128

  • Demam.
  • Sensitif pada tekanan saat mengunyah atau menggigit.
  • Sensitif pada suhu panas atau dingin.
  • Pembengkakan pada wajah atau pipi.
  • Nyeri parah dan berdenyut pada gigi, yang dapat menyebar ke tulang rahang, leher, atau telinga.
  • Nyeri ketika mengunyah makanan, peningkatan kepekaan terhadap makanan dan minum panas atau dingin, perubahan indera pengecap, bau mulut, pembengkakan di pipi, gusi merah dan sakit, kesulitan membuka mulut, kesulitan menelan makanan, pembengkakan kelenjar getah bening di bawah rahang, demam, dan ketidaknyamanan umum.
  • Kelenjar getah bening di bawah rahang atau di leher membengkak dan terasa nyeri.
  • Saat benjolan abses pecah, mendadak tercium bau tidak enak dari dalam mulut, dan lidah mengecap rasa busuk, serta cairan asin muncul di dalam mulut.
  • Kemerahan pada mulut dan wajah.

Penyebab

  • berkembangnya bakteri pada rongga mulut yang menyebar ke jaringan lunak dan tulang wajah dan leher.
  • Bakteri masuk ke dalam pulpa gigi melalui rongga gigi atau retakan pada gigi penderita.
  • Di dalam pulpa gigi sendiri terdapat beberapa pembuluh darah, saraf serta jaringan ikat.

Faktor Resiko

  • Makanan tinggi gula. Mengonsumsi makanan dan minuman dengan kandungan gula tinggi bisa menyebabkan lubang pada gigi yang dapat berkembang menjadi abses gigi.
  • Buruknya kebersihan gigi. Orang yang tidak melakukan perawatan gigi dan gusi dengan semestinya berisiko mengalami masalah pada gigi, termasuk abses gigi.

wp-1494628050998.

  • Pemeriksaan fisik. memeriksa rongga mulut pasien secara keseluruhan.
  • Mengetuk gigi pasien. Gigi yang menderita abses biasanya menjadi sensitif terhadap sentuhan atau tekanan.
  • Pemindaian. Foto Rontgen akan membantu dokter mengidentifikasi abses serta melihat apakah infeksi sudah menyebar dan menyebabkan abses di bagian tubuh lainnya. Jika abses sudah menyebar ke bagian leher, biasanya dokter akan menyarankan pemeriksaan CT scan.

wp-1494628007307.

  • Membuat kanal ke akar gigi. Mengebor ke bagian bawah gigi, mengangkat jaringan lunak yang menjadi pusat infeksi, serta mengeringkan abses. Cara ini dapat menghilangkan infeksi dan menyelamatkan gigi pasien.
  • Mengeringkan abses, dengan cara membuat sayatan kecil pada benjolan abses dan mengeluarkan cairan nanah dari dalamnya.
  • Memberikan antibiotik. Jika infeksi sudah menyebar ke gigi lainnya, dokter akan meresepkan antibiotik untuk menghentikan penyebaran bakteri.
  • Mencabut gigi yang terinfeksi. Jika memang tidak bisa diselamatkan, maka gigi yang terkena abses akan dicabut. kemudian  mengeringkan abses.

Komplikasi

  • Jika tidak diobati, infeksi bisa menyebar ke tulang yang menyokong gigi dan bisa menyebabkan komplikasi parah yang mengancam jiwa. Bahkan jika abses pecah dan ada penurunan rasa sakit yang signifikan, kamu masih perlu perawatan gigi.
  • Kadang-kadang, akibat infeksi, jaringan pulpa pada akar gigi mati, sehingga mengurangi rasa sakit. Meski demikan, tidak berarti bahwa infeksi telah sembuh karena masih akan terus menyebar dan menghancurkan jaringan.
  • Penyebaran infeksi, ke bagian tubuh lain seperti rahang, leher atau kepala.
  • Sepsis. Infeksi mematikan yang menyebar ke seluruh tubuh.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s