13 Penyebab Batuk Darah

13 Penyebab Batuk Darah

Batuk darah atau hemoptisis adalah keadaan ketika seseorang mengalami batuk yang disertai darah. Batuk darah sendiri merupakan suatu bentuk gejala yang bisa timbul akibat sejumlah kondisi. Jika batuk darah dialami oleh kalangan usia muda yang memiliki riwayat kesehatan baik, biasanya itu bukan merupakan pertanda dari suatu penyakit serius. Akan tetapi, jika yang mengalaminya adalah orang-orang berusia lanjut atau diketahui memiliki kebiasaan merokok, maka ada kemungkinan bahwa batuk darah merupakan gejala dari suatu penyakit serius.

  • Ciri-ciri darah dalam kasus batuk darah bisa bermacam-macam, ada yang berwarna merah muda atau merah terang, dan ada juga yang memiliki tekstur berbusa atau bahkan bercampur dengan lendir.
  • Darah tersebut biasanya berasal dari paru-paru akibat infeksi atau batuk berkepanjangan. 
  • Sedangkan darah yang berwarna gelap dan disertai noda hitam seperti bubuk kopi kemungkinan berasal dari saluran pencernaan. 

Membedakan BATUK DARAH san MUN5AH DARAH Keluarnya darah dari mulut selalu menakutkan bagi semua orang. Pada umumnya, orang akan panik ketika dirinya atau orang terdekatnya mengeluarkan darah dari mulut. Ada dua perbedaan dasar ketika seseorang mengeluarkan darah dari mulut. Apakah darah tersebut berasal dari mekanisme batuk atau dari mekanisme muntah

  • Gejala awal yang berbeda.  Secara definisi, batuk darah (hemoptoe) adalah keluarnya darah dari saluran napas, sedangkan muntah darah (hematemesis) adalah keluarnya darah dari saluran pencernaan bagian atas. Gejala sebelum darah ini menyembur keluar dari mulut biasanya berbeda. Pada batuk darah, gejala awalnya nyeri dada, rasa ingin batuk, dan rasa tidak enak di tenggorokan. Sedangkan pada muntah darah, gejala saluran pencernaan lebih mendominasi, seperti nyeri perut, perut bengkak, dan mual.
  • Waktu keluarnya darah. Batuk darah, sesuai definisinya, dikeluarkan dengan cara dibatukkan. Namun, sering kali dapat disertai dengan muntah karena darah yang dibatukkan tidak sengaja tertelan dan menimbulkan sensasi mual sehingga penderita muntah. Sedangkan pada muntah darah, darah dimuntahkan terlebih dahulu. Dapat pula disertai batuk, namun hal ini tidak lazim ditemukan.
  • Tampilan yang berbeda. Karena berasal dari sumber yang berbeda, darah yang dihasilkan pun berbeda. Bila kita perhatikan secara saksama, batuk darah biasanya disertai oleh buih, berbusa-busa, dan terdapat lendir (atau dahak) di dalam gumpalan darahnya. Sedangkan pada muntah darah, tidak terdapat lendir.
  • Warna yang berbeda. Batuk darah berasal dari saluran pernapasan di mana di sepanjang salurannya tidak terdapat daerah yang menghasilkan enzim atau asam. Biasanya batuk darah berwarna merah segar, mungkin disertai gumpalan. Sedangkan pada muntah darah biasanya berwarna merah tua, karena sudah bercampur dengan asam lambung. Bila berasal dari pecahnya pembuluh darah di bagian kerongkongan, warna darah tidak setua daripada yang berasal dari lambung. Namun, muntah darah yang berwarna merah segar jarang terjadi.
  • Isi yang berbeda. Pada saat darah keluar dari mulut, biasanya tidak hanya terdiri dari darah saja. Ada isi yang menyertai keluarnya darah. Isi yang berbeda dapat menjadi petunjuk, sumber darah berasal. Apabila dari saluran pernapasan, isinya biasanya lebih ringan yaitu terdiri dari sel darah (eritrosit, leukosit, hemosiderin), sel imun (makrofag), dan mikroorganisme. Sedangkan muntah darah biasanya lebih berat karena disertai sisa makanan yang belum sempat terolah oleh lambung.
  • pH yang berbeda. Karena berasal dari tempat yang berbeda, ternyata berbeda juga pH-nya. Daerah saluran pernapasan lebih basa, sehingga bila kita tempelkan kertas lakmus di darah yang keluar, kertas akan berubah menjadi biru. Sedangkan muntah darah yang berasal dari saluran pencernaan sudah bercampur dengan asam lambung, sehingga darahnya pun bersifat asam. Ketika kita tempelkan kertas lakmus pada darah yang keluar, kertasnya pun berubah menjadi warna merah.
  • Ada tidaknya gejala anemia. Pada batuk darah, biasanya jumlah darah yang keluar tidak terlalu banyak, sehingga gejala anemia atau kekurangan darah jarang terjadi. Namun, bila terjadi batuk darah masif, gejala anemia dapat dialami oleh penderita. Batuk darah masif sering kali membutuhkan terapi pembedahan, bila memenuhi kriteria berikut :
  1. Apabila pasien mengalami batuk darah lebih dari 600 cc dalam 24 jam dan perdarahan tidak kunjung berhenti.
  2. Apabila pasien mengalami batuk darah > 250 cc dalam 24 jam dengan kadar Hb kurang dari 10 g%, sedangkan batuk darahnya masih terus berlangsung.
  3. Apabila pasien mengalami batuk darah > 250 cc dalam 24 jam dengan kadar Hb kurang dari 10 g%, tetapi selama pengamatan 48 jam yang disertai dengan perawatan konservatif batuk darah tersebut tidak berhenti.

  • Muntah darah biasanya menyebabkan anemia lebih cepat. Gejala anemia akibat muntah darah antara lain kulit memucat, mata memucat, lemah, letih, lesu, jantung berdebar, dan sesak napas.
  • Warna tinja yang berbeda. Pada batuk darah, tidak ada hubungan antara produksi darah dengan pembentukan tinja. Pada batuk darah, biasanya tinja berwarna normal. Hal ini dibuktikan dengan hasil Benzidine Test negatif. Sedangkan pada muntah darah, selain keluar dari mulut, ada darah yang jatuh terbawa sampai ke usus besar, alias pusat pembentukan tinja. Pada muntah darah, dapat pula disertai warna tinja yang berubah menjadi kehitaman. Hal ini dibuktikan dengan hasil Benzidine Test yang positif..

    Kapan Harus menghubungi dokter

    • Batuk disertai dengan dahak bercampur darah.
    • Batuk dengan volume darah cukup banyak.
    • Batuk darah disertai penurunan nafsu makan dan berat badan.
    • Batuk darah disertai dengan gejala sesak napas, demam lebih dari 38 derajat Celsius, pusing, berkeringat di malam hari, dan nyeri dada.
    • Batuk darah disertai dengan urine atau kotoran yang juga bercampur dengan darah.Batuk darah yang berlangsung lebih dari seminggu.
    • Batuk darah yang sering muncul dan hilang.

    Penyebab

    1. Bronkitis.  Bronkitis merupakan peradangan pada jaringan paru-paru , dan merupakan penyebab batuk darah yang paling sering. Batuk berdarah yang disebabkan oleh kondisi ini biasanya tidak berbahaya atau bahkan mengancam nyawa.
    2. Bronkiektasis. Selain batuk darah, jenis penyakit paru-paru ini juga menyebabkan penumpukan lendir di dalam saluran napas.
    3. Infeksi paru. Selain batuk darah, penderita kondisi ini akan mengeluarkan dahak berwarna kekuningan atau bernanah, serta sesak napas yang disertai demam.
    4. Edema paru atau penumpukan cairan. Batuk berdarah biasanya terjadi pada penderita edema paru yang juga terdiagnosis memiliki masalah pada jantung. Darah yang keluar saat batuk akan memiliki tekstur berbusa dan berwarna merah muda.
    5. Emboli paru atau penggumpalan darah. Selain batuk darah, kondisi ini dapat menyebabkan nyeri dada dan sesak napas secara tiba-tiba.
    6. Tuberkulosis atau TBC. Ini merupakan golongan infeksi paru-paru parah. Selain batuk darah, TBC juga dapat menyebabkan penderitanya mengalami demam dan berkeringat berlebihan.
    7. Kanker paru-paru. Gejala utama dari kanker paru, terutama pada stadium akhir, adalah batuk darah, mengi, serta sesak napas.Luka berat, misalnya akibat kecelakaan lalu lintas atau terkena senjata
    8. Penyakit autoimun, seperti lupus, granulomatosis Wegener, atau sindrom Churg-Strauss.
    9. Gagal jantung kongestif, terutama karena stenosis mitral
    10. Batuk parah berkepanjangan.
    11. Efek samping obat-obatan pengencer darah.Efek samping penggunaan narkoba.
    12. Varises bronkial. Batuk darah bisa terjadi karena pecahnya varises bronkial, pada penderita sirosis hati dan keadaan hipertensi portal lainnya.
    13. Selain kondisi-kondisi tersebut, batuk darah juga bisa disebabkan oleh pendarahan di dalam tenggorokan, mulut, atau hidung yang bercampur dengan air liur ketika penderitanya batuk.
    Advertisements

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s