Penanganan Terkini Dislipidemia atau Kenaikkan Kadar Kolesterol

wp-1504693410523.Penanganan Terkini Dislipidemia atau Kenaikkan Kadar Kolesterol

Dislipidemia adalah kelainan metabolisme yang ditandai dengan peningkatan atau penurunan fraksi lipid dalam plasma. Kelainan fraksi lipid yang utama adalah kenaikan kadar kolesterol total, kolesterol LDL, trigliserida, serta penurunan kadar kolesterol HDL.”Hiperkolesterolemia” adalah adanya tingkat tinggi kolesterol dalam darah. dalam bentuk “hiperlipidemia” (peningkatan kadar lipid dalam darah) dan atau “hiperlipoproteinemia” (peningkatan kadar lipoprotein dalam darah).

Kolesterol adalah sterol, lihat struktur diagram di sebelah kanan. Ini adalah salah satu dari tiga kelompok utama lipid yang semua sel hewan guna membangun membran sel hewan dan diproduksi oleh semua sel-sel hewan. Sel tumbuhan tidak memproduksi kolesterol. Ini juga merupakan prekursor dari hormon steroid, asam empedu dan vitamin D.

Karena kolesterol tidak larut dalam air, diangkut dalam plasma darah dalam partikel protein (lipoprotein). Lipoprotein diklasifikasikan berdasarkan kepadatan mereka: lipoprotein kepadatan sangat rendah (VLDL), lipoprotein kepadatan menengah (IDL), lipoprotein kepadatan rendah (LDL) dan lipoprotein kepadatan tinggi (HDL).

Tanda dan gejala

  • “Xanthelasma” bercak kekuningan yang terdiri dari deposit kolesterol di atas kelopak mata. Hal ini umum terjadi pada penderita hereditary Hiperkolestrolemia/Familial Kolesterolemia
  • Meskipun hiperkolesterolemia sendiri asimtomatik, elevasi kolesterol yang lama dapat menyebabkan “aterosklerosis” (pengerasan pembuluh nadi).[3] Selama periode beberapa dekade, elevasi kelesterol yg lama secara kronis membantu terbentuknya plak “Atheroma” di dalam pembuluh nadi. Hal ini dapat menyebabkan stenosis progresif (penyempitan) bahkan penutupan di pembuluh darah. Atau plak kecil Atheroma dapat pecah dan menyebabkan pembekuan darah yg dapat menyumbat aliran darah.

European Atherosclerosis Society (EAS) menetapkan klasifikasi sederhana yaitu:

  • Hiperkolesterolemia (peningkatan lipoprotein LDL, Kolesterol > 240 mg/dl)
  • Hipertrigliseridemia (peningkatan lipoprotein VLDL, trigliserida > 200 mg/dl)
  • Dislipidemia campuran (peningkatan VLDL + LDL; kadar TG > 200 mg/dl +kolesterol > 240 mg/dl)

1505621688016_crop_959x219

  • Untuk menegakkan diagnosis, perlu pemeriksaan kadar kolesterol total, HDL, LDL dan TG Plasma darah vena
  • persiapan puasa 12 jam sebelumnya diperlukan untuk pemeriksaan TG dan LDL indirek
  • Pemeriksaan penyaring dianjurkan untuk setiap orang usia > 20 tahun (bila normal perlu diulang tiap 5 tahun)
  • Pemeriksaan lain dapat disesuaikan dengan klinis untuk mencari adakah penyakit lain yang menyertai atau menjadi penyebabnya ( misalnya glukosa darah, tes fungsi hati, urin lengkap, tes fungsi ginjal, TSH, EKG)
  • Penting untuk menilai seberapa besar faktor resiko penyakit jantung koroner (PJK) sebelum memulai terapi dislipidemia

DIAGNOSIS BANDING

  • Hiperkolestrolemia sekunder, karena hipotirodisme, penyakit hati obstruksi, sindrom nefrotik, anoreksia nervosa, porfiria intermitten akut, obat (progestin, siklosporin, thiazide)
  • Hipertrigliseridemia sekunder, karena obesitas, DM, penyakit ginjal kronik, lipodistrofi, glycogen storage disease, alcohol, bedah bypass ileal, stress, sepsis, kehamilan, obat (estrogen, isotretinoin, penyekat beta, glukokortikoid, resin, pengikat bile-acid, thiazide), hepatitis akut, lupus eritematosus sistemik, gammopati monoclonal: myeloma multiple, limfoma AIDS: inhibitor protease
  • HDL, rendah sekunder, karena malnutrisi, obesitas, merokok, penyekat beta, steroid anabolic.

wp-1505621852007.
Pasien dengan hiperkolesterolemia

Nonfarmakologis

Terapi nutrisi medis, dengan :

  • Mengurangi asupan lemak jenuh dan lemak trans tidak jenuh sampai < 7 -10% total energy
  • Mengurangi asupan kolesterol sampai < 250 mg/hari Menggantikan makanan sumber kolesterol dan lemak jenuh dengan makanan alternative lainnya (misalnya produk susu rendah lemak, karbohidrat dengan indeks glikemik rendah) Mengkonsumsi makanan padat gizi dan kardioprotektif (sayuran, kacang-kacangan, buah, ikan, dsb) Menghindari makanan tinggi kalori ( makanan berminyak, soft drink) Mengkonsumsi suplemen yang dapat menurunkan kadar lipid ( seperti asam lemak omega 3, makanan tinggi serat, dan sterol sayuran)
  • Mengurangi berat badan dan meningkatkan aktivititas fisik Respons perbaikan diet terlihat dalam 3-4 minggu, namun penyesuaian diet sebaiknya diperkenalkan bertahap
  • Aktivitas fisik diperbanyak atau rutin berolahraga
  • Menghentikan rokok dan minuman beralkohol, terutama bila disertai hipertensi, hipertrigliseridemia, atau obesitas sentral
  • Mempertahankan atau menurunkan berat badan Bila setelah 6 minggu berikutnya terapi non farmakologis tidak berhasil menurunkan kadar kolesterol LDL, maka terapi farmakologis mulai diberikan, dengan tetap meneruskan pengaturan makanan dan latihan jasmani.

Farmakologis

  • Golongan statin : Simvastatin 5-40 mg Lovastatin 10-80 mg Pravastatin 10-40 mg Fluvastatin 20-80 mg Atorvastatin 10-80 mg Rosuvastatin 10-40 mg Pitavastatin 1-4 mg Golongan bile acid sequestrant : Kolestiramin 4-16 g Golongan nicotinic acid: Nicotinic acid (immediate release) 2 x 100 mg sd 1,5 – 3 g Terapi hiperkolesterolemia untuk pencegahan primer, dimulai dengan statin atau bile acid sequestrant atau nicotinic acid. Pemantauan profil lipid dilakukan setiap 6 minggu.  Bila target sudah tercapai pemantauan setiap 4-6 bulan. Bila setelah 6 minggu terapi, target belum tercapai, intensifkan atau naikkan dosis statin atau kombinasi dengan yang lain. Bila setelah 6 minggu berikutnya terapi non farmakologis tidak berhasil menurunkan kadar kolesterol LDL, maka terapi farmakologis diintensifkan, pasien dengan PJK, kejadian koroner mayor atau dirawat untuk prosedur koroner, diberi terapi obat saat pulang dari RS Jika kolesterol LDL > 100 mg/dL

Farmakologis

  • Pasien dengan hipertrigliserida

Penatalaksanaan non farmakologis sesuai di atas

Penatalaksanaan farmakologis :

  • Pasien dengan trigliserida borderline tinggi atau tinggi: tujuan utama terapi adalah mencapai target kolesterol LDL.

Pasien dengan trigliserida tinggi: target sekunder adalah kadar kolesterol non-HDL, yakni sebesar 30mg/d6L lebih tinggi dari target kadar kolesterol LDL

Pendekatan terapi obat :

  • Obat menurunkan kadar kolesterol LDL , atau
  • Ditambahkan obat fibrat atau nicotinic acid. Golongan fibrat terdiri dari :
  • Gemfibrozil 2 x 600 mg atau 1x 900 mg
  • Fenofibrat 1 x 200 mg
  • Penyebab primer dislipdemia sekunder, juga harus ditatalaksana

KOMPLIKASI

  • Aterosklerosis, penyakit jantung koroner, stroke, pancreatitis akut

Daftar Pustaka

  • Reiner Z, Catapano A. Backer Get all. ESC/EAS Guidelines for the management of dyslipidaemias : The Task Force for the management of dyslipidaemias of the European Society of Cardiology (ESC) and the European Atherosclerosis Society (EAS). European Heart Journal (2011) 32, 1769-1818.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s