Rekomendasi Vaksin influenza Pada Anak

 

wp-1504693410523.Rekomendasi Vaksin influenza Pada Anak

Infeksi virus influenza pada anak lebih berat dari pada dewasa, karena cenderung terjadi komplikasi. Kelompok rentan terjadi pada anak usia di bawah 2 tahun. Vaksin influenza trivalent inactivated influenza (TIV) diberikan pada bayi dan anak sejak umur 6 bulan atau lebih tanpa memandang ada tidaknya faktor risiko. Untuk Indonesia, vaksin influenza TIV dapat diberikan kapan saja namun terbaik pada bulan September – Oktober.

Vaksin influenza

Vaksin yang tersedia berisi dua subtipe A yaitu H3N2 dan H1N1, serta virus tipe B. Vaksin influenza trivalen tersebut diproduksi dua kali setahun, berdasarkan perubahan pada galur influenza yang bersirkulasi. WHO Global Influenza Programme merekomendasikan komposisi vaksin influenza yang berlaku untuk tahun berikutnya pada bulan September dan Februari. Musim influenza pada umumnya mulai pada musim dingin bulan Mei-Juni pada belahan bumi Selatan (Southern hemisphere), dan November-Desember untuk belahan bumi Utara ( Northern hemisphere).

Negara tropis tidak memiliki musim panas dan dingin yang jelas sehingga waktu aktivitas influenza kurang dapat diprediksi, maka perlu data surveilans untuk membuat pola influenza di setiap negara. Maka untuk Indonesia dipilih vaksin (formulasi dari belahan utara atau selatan) yang diproduksi oleh produsen vaksin sesuai dengan waktu yang tepat (ditentukan oleh tanggal kadaluarsa vaksin tersebut).

Rekomendasi penggunaan vaksin pneumokokus dan rekomendasi penggunaan vaksin influenza

Epidemiologi & burden of disease influenza pada anak

  • Diperkirakan sekitar 20% anak-anak dan 5% dewasa di seluruh dunia mengalami infeksi influenza A atau B yang simtomatik setiap tahun. Pada influenza demam lebih sering terjadi dibandingkan dengan infeksi virus respiratorius lainnya. Pada anak, komplikasi influenza lebih sering terjadi daripada dewasa; seperti demam tinggi (hiperpireksia), lebih banyak dijumpai kejadian rinitis, otitis media, manifestasi gastrointestinal, kejang demam, bronkiolitis, miositis, pneumonia, otitis media, dan ensefalopati.
  • Dari jumlah anak yang dirawat karena menderita influenza, terbanyak berumur di bawah 12 bulan. Anak mempunyai risiko tinggi terhadap morbiditas dan mortalitas akibat influenza seperti kelompok lansia 50-64 tahun. Walaupun demikian, infection rates pada anak terbanyak terjadi pada kelompok usia sekolah, sehingga mudah menularkan kepada saudara serumah atau temannya.
  • Penyakit penyerta terbanyak pada anak yang dapat diperberat oleh influenza adalah asma, penyakit jantung bawaan, penyakit defisiensi imun, keganasan, penyakit kardio-pulmonal, penyakit ginjal kronik, hemoglobinopati dan kelainan metabolik. Data surveilans dilakukan oleh US Naval Medical Research (NAMRU) dan Lembaga Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) tahun 1999-2003, dari 3079 spesimen apusan nasal dan farings yang dikumpulkan dari 1544 subjek. Didapatkan infeksi influenza pada 172 subjek (11,1%) dari penderita influenza like illness (ILI). Influenza A (H1N1 dan (H3N2) serta virus B ditemukan pada semua tempat penelitian. Puncak prevalensi cenderung terjadi pada musim hujan
Alasan Pemberian Vaksin Influenza pada Anak
  • Vaksin influenza tahunan (annual influenza vaccine) sangat dianjurkan untuk diberikan pada anak dengan risiko tinggi terjadinya infeksi influenza berat serta komplikasinya.
  • Terjadinya peningkatan risiko perawatan pada anak yang menderita influenza.
  • Pada beberapa negara, telah dianjurkan memberikan vaksin influenza pada anak sehat berumur 6–23 bulan, baik untuk mengurangi risiko terkena infeksi, mengurangi risiko penularan dari orang lain, dan mengurangi penularan kepada orang dewasa.
WHO position on influenza vaccine, 2002
Rekomendasi WHO untuk vaksin influenza pada anak sebagai berikut
  • Tujuan utama pemberian vaksin influenza pada anak adalah mencegah influenza berat dan komplikasinya.
  • Vaksin influenza tidak mempengaruhi vaksin DPT atau vaksin lainnya
  • Untuk mengurangi efek samping pada anak, vaksin influenza yang dianjurkan adalah vaksin split atau subunit
  • Vaksin influenza tidak boleh diberikan pada bayi kurang dari 6 bulan
  • Untuk umur 6 – 35 bulan hanya diberikan  setengah dosis vaksin dewasa.
Rekomendasi Advisory Committee on Immunization Practices (ACIP), 2006
Advisory Committee on Immunization Practices memberikan rekomendasi untuk pemberian vaksin influenza pada anak sebagai berikut
  • Vaksin inflenza diberikan pada anak umur 6 bulan
  • 5 tahun pada semua anak usia tersebut, tidak hanya untuk anak-anak dengan risiko tinggi (asma,penyakit jantung,sickle cell anemia, HIV) seperti rekomendasi tahun 2003.
  • Komite juga merekomendasikan vaksinasi rutin untuk kontak serumah dan pekerja sosial yang berhubungan dengan perawatan/pendidikan anak yang berumur 24-59 bulan
  • Implementasi pemberian imunisasi influenza pada anak dimulai pada musim gugur tahun 2004,
  • Vaksin influenza tidak boleh untuk anak <6 bulan,
  • Pada anak yang tidak divaksinasi pada umur kurang dari 9 tahun, perlu diberikan imunisasi 2 dosis dengan jarak pemberian lebih dari 1 bulan,
  • Pada vaksinasi tahunan berikutnya hanya diberikan 1 dosis, karena telah terjadi penurunan kekebalan dan komposisi virus yang bersirkulasi berubah,
  • Vaksin tahun sebelumnya tidak boleh diberikan untuk tahun sekarang.
Rekomendasi Satgas Imunisasi IDAI
Rekomendasi Satgas Imunisasi IDAI mengenai pemberian vaksin influenza pada anak mengacu pada rekomendasi Advisory Committee on Immunization Practices (ACIP)
2006, American Academy of Pediatrics (AAP), American Academy of Family Physicians (AAFP) 2006 dan WHO:
  • Vaksinasi influenza diberikan pada bayi dan anak sejak umur 6 bulan atau lebih pada semua individu tidak memandang ada tidaknya faktor risiko.
  • Orang yang berhubungan dengan perawatan/pendidikan anak (termasuk penghuni serumah) yang berhubungan dengan kelompok anak usia 24-59 bulan (ACIP 2006)
  • Dosis vaksin: vaksin influenza intramuscular trivalent inactivated influenza (TIV) dianjurkan diberikan dengan dosis yang tepat menurut umur sebagai berikut,
    • Umur 6-35 bulan : 0,25ml
    • Umur  3 tahun : 0,50 ml
    • Umur kurang dari 9 tahun yang mendapat vaksin influenza (TIV) untuk pertama kali, harus mendapat 2 dosis dengan interval minimal 4 minggu.
  •  Cara pemberian: vaksin influenza diberikan secara intramuskular pada paha anterolateral atau deltoid
  • Pemberian vaksin influenza diulang setahun sekali kapan saja namun dianjurkan pada bulan September-Oktober (3 bulan sebelum puncak prevalensi influenza)
  • Indikasi kontra pemberian vaksin influenza adalah alergi terhadap komponan vaksin (misalnya telur) dan penyakit infeksi berat disertai atau tanpa demam.
  • Perhatian khusus pada anak yang mempunyai riwayat menderita sindrom Guillain-Barre pasca imunisasi influenz

Referensi:

  • Nicholson K. G.: Clinical features of influenza. Seminary in respiratory infections 1992; 7:26-37.
  • Red book, report of the committee on infectious diseases. Influenza. American Academy of Pediatrics. Illinois; Amerika Serikat, 2003.
  • Paladin FJ. Influenza virus surveillance. PSMID Annual Convention, 2005
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s